Sejarah Desa

Konon pada jaman dahulu terdapat 2 orang bernama Suroitho dan Setrojati sedang membuka hutan untuk dijadikan pemukiman (babad alas). Ditengah pekerjaan mereka beristirahat. Ketika Suroitho mengajak untuk melanjutkan babad alas, dijawab oleh Setrojati, agar hasil babad alas Suroitho ‘watesono’ (yang berarti menyuruh agar hasil pekerjaan temannya dibatasi),’aku tak lamban-lamban wae’ (saya akan pelan-pelan/santai saja mengerjakan babad alas). Kata lamban itulah yang mendasari sebutan nama dusun menjadi Tamban, dalam versi yng lain Kata Tamban diambil dari istilah, bahwa mbah sastrojati juga seorang yang mempunyai linuwih dalam mengobati (Nambani; b.jawa) bagi masyarakat sekitar , sehingga akhirnya dusun tersebut terkenal sebagai Tamban, dari kata dasar Tombo.
Atas peristiwa tersebut, maka daerah tersebut akhirnya dikenal dengan nama Wates. Yang berasal dari ucapan “Watesano” oleh yang babad desa yaitu mbah Suroito.